Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dendeng Pucuak Ubi Oleh-oleh dari SRG

Posted by On 10:32 PM

Dendeng Pucuak Ubi Oleh-oleh dari SRG

  • Beranda
  • Hiburan
Dendeng Pucuak Ubi Oleh-oleh dari SRG
Senin,04 Desember 2017 - 17:48:28 WIB
Reporter : Tim Redaksi Dendeng Pucuak Ubi Oleh-oleh dari SRG KULINER KHASâ€"Dendeng Pucuak Ubi produksi Kelompok Kuliner Bundo Seribu Rumah Gadang siap dipasarkan. Kuliner ini menjadi salah satu oleh-oleh pilihan khas Solok Selatan bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah itu. YUHENDRA

SOLSEL, HARIANHALUAN.COMâ€"Kawasan Saribu Rumah Gadang, Kabupaten Solok Selatan merupakan salah satu tujuan wisata di Bumatera Barat. Banyaknya pengunjung yang datang ke daerah itu, membawa berkah tersendiri bagi masyarakat setempat. Terutama kaum ibu yang menangkap peluang usaha kuliner.

Mereka yang tergabung dalam Kelompok Kuliner Bundo ini, menyediakan dendeng pucuak ubi untuk dibawa pulang oleh wisatawan yang berkunjung.

Seperti disampaikan Ketua Kelompok Kuliner Bundo, Yenafrida, Kamis (30/11) di kawasan Saribu Rumah Gadang, Jorong Bariang Rao-Rao, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Solsel.

Menurutnya, ide membuat dendeng pucuak ubi tersebut berawal saat salah seorang pengunjung yang datang ke Saribu Rumah Gadang setahun lalu bertanya tentang apa oleh-oleh khas dari Kawasan Saribu Rumah Gadang. Saat itu, dia membuka usaha warung nasi.

"Dari situ mulai kami diskusikan bersama ibu-ibu disini untuk menciptakan apa yang bisa dijadikan oleh-oleh. Setelah ada kesepakatan, kami membuat dendeng pucuak ubi," jelas Yenafrida.

Selain itu, dipilih dendeng pucuak ubi juga disebabkan banyaknya terdapat daun ubi yang merupakan bahan pembuat dendeng. Namun saat itu pihaknya masih terkendala dalam pengolahan bagaimana cara menjadikan pucuak ubi menjadi dendeng.

"Kami bentuk kelompok awal Januari 2017. Saat itu, KKI Warsi baru masuk ke daerah kami. Dari sana kami mencoba cara membuat dendeng dari pucuk ubi ini," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Yenafrida, cara pembuatannya cukup mudah. Pucuk ubi terlebih dahulu direbus. Setelah matang didinginkan dan diiris kecil, lalu dicampur dengan telur, tepung terigu dan garam, kemudian ditambahkan kaldu ayam atau daging sesuai keinginan lalu digoreng.

"Setiap hari kami produksi sesuai pesanan. Dalam sehari bisa menghasilkan 40 bungkus," tuturnya.

Soal pemasaran, katanya, saat ini baru menyasar wisatawan dan penduduk lokal. Warsi juga bantu pemasaran. Mereka pernah bawa ke Jambi dan Jakarta. Dengan demikian, dedeng pucuk ubi tersebut banyak diminati oleh orang baik dari daerah Sosel sendiri, maupun di luar Sumbar.

Sementara, Ko ordinator Komunitas KKI Warsi Welly Febriani menjelaskan, dalam pembinaan kepada kelompok Kuliner Bundo, pihaknya membantu pemasaran dan kemasan.

"Kami juga bantu jual saat ada pertemuan-pertemuan, kemudian kami pasarkan lewat media sosial," ujar Welly.

Selanjutnya, agar lebih memiliki nilai jual, dia mencoba mendesain kemasan yang sebelumnya hanya menggunakan kantong plastik biasa diganti dengan plastik yang didesain menggunakan foto produk.

"Agar lebih menarik, karena dendeng pucuak ubi ini akan dibeli wisatawan, selain rasa tentu kemasan juga harus menarik," tutupnya. (h/mg-hen)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]


Follow @Haluan_
TULIS KOMENTAR BERITA LAINNYA Sumber: Google News | Liputan 24 Solok

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »