Liputan 24 Sumatera Barat | Liputan 24 Indonesia
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cerita Pembalap Sepeda Jerman Kepincut Panorama Sumatera Barat

Posted by On 1:43 PM

Cerita Pembalap Sepeda Jerman Kepincut Panorama Sumatera Barat

  • VIVA â€" Meski baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, namun pembalap sepeda Daniel Bichlmann kepincut dengan keindahan kota berjuluk Kota Arang itu. Panorama dan bangunan tua menjadikan pria yang tampil di ajang Tour De Singkarak (TdS) merasa sangat nyaman dan sejuk.

    Menurut Daniel, masyarakat setempat selalu bersikap ramah. Inilah yang kemudian memberikan kesan bagi Daniel dan sejumlah pembalap lainnya.

    "Saya memang belum begitu banyak berkeliling ke daerah ini. Tapi yang saya rasakan, Sawahlunto daerah yang menyenangkan. Apalagi bangunan di sekitar kota terlihat bangunan lama, dan saya suka dengan pemandangan ini," ujar Daniel, sesaat sebelum memulai start etape II TdS, Senin, 5 November 2018.

    Lihat Juga
    • image_title

      Kuasai Etape III TdS, Pembalap Australia Borong 2 Gelar

    • image_title

      Pemandangan Indah Danau Singkarak Manjakan 95 Pembalap Etape III TdS

    • image_title

      Dihantam Banjir-Longsor, Kabupaten Sijunj ung Tetapkan Tanggap Darurat

    Daniel mengaku, meski hanya sebentar berada di Sawahlunto, namun sudah cukup memberikan kenangan yang menyenangkan. Bahkan, jika memungkinkan suatu saat ia akan kembali datang dan menjelajahi kota penghasil batubara terbaik di dunia itu.

    Diketahui, sebanyak 103 pebalap dari 21 tim, beradu cepat pada etape II Tour de Singkarak 2018. Etape yang dimulai dari Kota Sawahlunto dan finis di Kabupaten Dharmasraya ini memiliki panjang lintasan sejauh 204,1 kilometer. (ase)

Sumber: Berita Sumatera Barat

Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia

Posted by On 1:43 PM

Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia

Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia Reporter:

Antara

Editor:

Elik Susanto

Senin, 5 November 2018 23:22 WIB
Seorang pengrajin tengah membatik dengan menggunakan pewarna alam dari tanah liat di Padang. Batiknya dikenal sebagai batik tanah liek. Tempo/Febrianti

Seorang pengrajin tengah membatik dengan menggunakan pewarna alam dari tanah liat di Padang. Batiknya dikenal sebagai batik tanah liek. Tempo/Febrianti

TEMPO.CO, Jakarta - Batik Tanah Liek asal Sumatera Barat dipamerkan sebagai ikon baru fesyen di Gedung Smesco Jakarta. "Batik khas ini sangat potensial, sehingga kami mempromosikannya supaya menjadi salah satu kebanggaan fesyen Indonesia," kata Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi di Jakarta, Senin, 5 November 2018.

Smesco Indonesia menjadi tuan rumah digelarnya Karya Kerajinan UKM Sumatera Barat yang diselenggarakan Dinas Koperasi Sumatera Barat. Acara ini bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sumatera Barat dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2018. Menurut Emilia, batik Tanah Liek sudah berumur ratusan tahun dan terus dipelihara di kalangan aristokrat Minang.

Gelar Karya Kerajinan UKM Sumatera Barat ini diadakan sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan batik Tanah Liek yang merupakan salah satu potensi provinsi ini. Temanya: I Like Batik Tanah Liek. "Saya sangat bersyukur bisa hadir menjadi saksi kebangkitan salah satu potensi k erajian unggulan Sumatera Barat yaitu batik Tanah Liek," kata Emilia.

Batik, kata Emilia, satu warisan tak benda yang diakui Unesco. Karena itu, batik Tanah Liek harus terus diperkenalkan gaungnya. "Harapannya seluruh masyarakat di Indonesia dan dunia mengenal batik tersebut.?

Pembuatan batik Tanah Liek juga menyimpan potensi pembukaan lapangan kerja di wilayah Sumatra Barat. Apabila produksi batik Tanah Liek meningkat, maka terbuka lapangan pekerjaan bagi para pengrajin di Sumatera barat.

Meski begitu, Emilia menyebut memang masih banyak tantangan yang dihadapi dalam promosi batik Tanah Liek. Salah satunya adalah pemasaran terkait dengan persaingan dengan batik printing dari berbagai daerah, termasuk dari Tanah Minang sendiri.

Salah satu solusinya, ucap Emilia, Smesco intensif mempromosikan batik tersebut. "Smesco Indonesia ditugaskan oleh Kementerian Koperasi dan UKM sebagai pelaksana layanan promosi produk, jaringan pemasaran dan distr ibusi produk UKM unggulan dari berbagai daerah".

Emilia menjelaskan, batik Tanah Liek yaitu Wastra (kain), biasanya digunakan masyarakat pada acara adat, yang dipakai para Bundo Kanduang sebagai selendang. Sekarang batik Tanah Liek sudah berkembang dan menjadi produk fesyen berbagai keperluan. "Batik Tanah Liek yang dominan warna cokelat, bernuansa alam, tetap memiliki makna simbolis dan bernilai estetika tinggi," ujar Emilia.

Ketua Dekranasda Sumatera Barat Nevi Zuairina mengakui, salah satu pekerjaan terbesar adalah pemasaran batik Tanah Liek. Bantuan kepada pengrajin dari pemerintah daerah diakuinya belum menjangkau seluruhnya.

Menurutnya, perlu didukung regulasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat untuk pemakaian batik ini. "Contohnya baju sekolah SD dan SMP menggunakan batik ini," kata Nevi.

Lihat Juga
Terkait
  • Belajar Lebih Tekun dan Berhati-hati dengan Membatik

    Belajar Lebih Tekun dan Berhati-hati dengan Membatik

    1 hari lalu
  • Turis Malaysia Gemar Melancong ke Sumatera Barat, Ini Sebabnya

    Turis Malaysia Gemar Melancong ke Sumatera Barat, Ini Sebabnya

    4 hari lalu
  • Ini Cara OJK Permudah BUMD dan UKM Masuk Pasar Modal

    Ini Cara OJK Permudah BUMD dan UKM Masuk Pasar Modal

    5 hari lalu
  • Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    7 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Pesan Kepala Bekraf Triawan Munaf di Konferensi WCCE Bali

    Pesan Kepala Bekraf Triawan Munaf di Konferensi WCCE Bali

    9 jam lalu
  • Tempo - UKRIDA Jalin Kerja Sama, Ajak Mahasiswa Jadi Wirausaha

    Tempo - UKRIDA Jalin Kerja Sama, Ajak Mahasiswa Jadi Wirausaha

    21 jam lalu
  • Boneka Circa Tumbuh dan Berdaya Berkat Cerita

    Boneka Circa Tumbuh dan Berdaya Berkat Cerita

    11 hari lalu
  • Dari Tenun, Ito Ingin Narapidana Tidak Dipandang Sebelah Mata

    Dari Tenun, Ito Ingin Narapidana Tidak Dipandang Sebelah Mata

    23 hari lalu
  • Foto
  • Peserta Pemilu 2019 Laporkan Dana Awal Kampanye ke KPU < h2>Peserta Pemilu 2019 Laporkan Dana Awal Kampanye ke KPU 44 hari lalu
  • Mengintip Kolaborasi Pegiat Ekonomi Kreatif Padang

    Mengintip Kolaborasi Pegiat Ekonomi Kreatif Padang

    7 September 2018
  • Pegiat Ekonomi Kreatif Surabaya Belajar dan Berkolaborasi

    Pegiat Ekonomi Kreatif Surabaya Belajar dan Berkolaborasi

    3 September 2018
  • Ingin Bunuh Istri, Pilot AS Sengaja Tabrakkan Pesawat ke Rumahnya

    Ingin Bunuh Istri, Pilot AS Sengaja Tabrakkan Pesawat ke Rumahnya

    14 Agustus 2018
  • Video
  • Danu Sofwan, Sang Radja Cendol Beromzet Miliaran

    Danu Sofwan, Sang Radja Cendol Beromzet Miliaran

    39 hari lalu
  • Pegiat Ekonomi Kreatif Karangasem Berkolaborasi di Kombet Kreatif

    Pegiat Ekonomi Kreatif Karangasem Berkolaborasi di Kombet Kreatif

    48 hari lalu
  • PSM Makassar Vs Barito Putera Bertanding Imbang 1-1

    PSM Makassar Vs Barito Putera Bertanding Imbang 1-1

    53 hari lalu
  • Detik-detik Kepanikan Saat Gempa Mengguncang Cina

    Detik-detik Kepanikan Saat Gempa Mengguncang Cina

    58 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Hari Ini Konferensi WCCE Dimulai, Peserta Lebih dari 50 Negara

  • 2

    Konferensi WCCE, Bekraf Paparkan Tantangan Ekonomi Kreatif

  • 3

    Pesan Kepala Bekraf Triawan Munaf di Konferensi WCCE Bali

  • 4

    Cerita Ketua Konferensi WCCE tentang Hebatnya Ekonomi Kreatif

  • Fokus
  • Amerika Beri Sanksi Ekonomi, Ini Siasat Iran

    Amerika Beri Sanksi Ekonomi, Ini Siasat Iran

  • Tampang Boyolali; di Antara Dugaan Politisasi dan Gurauan Prabowo

    Tampang Boyolali; di Antara Dugaan Politisasi dan Gurauan Prabowo

  • Politik Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi

    Politik Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi

  • Sepekan Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegaran?

    Sepekan Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegaran?

  • Terkini
  • Cerita Ketua Konferensi WCCE tentang Hebatnya Ekonomi Kreatif

    Cerita Ketua Konferensi WCCE tentang Hebatnya Ekonomi Kreatif

    3 jam lalu
  • Pesan Kepala Bekraf Triawan Munaf di Konferensi WCCE Bali

    Pesan Kepala Bekraf Triawan Munaf di Konferensi WCCE Bali

    9 jam lalu
  •  Konferensi WCCE, Bekraf Paparkan Tantangan Ekonomi Kreatif

    Konferensi WCCE, Bekraf Paparkan Tantangan Ekonomi Kreatif

    15 jam lalu
  • Hari Ini Konferensi WCCE Dimulai, Peserta Lebih dari 50 Negara

    Hari Ini Konferensi WCCE Dimulai, Peserta Lebih dari 50 Negara

    20 jam lalu
  • Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia

    Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia

    1 hari lalu
  • Tempo - UKRIDA Jalin Kerja Sama, Ajak Mahasiswa Jadi Wirausaha

    Tempo - UKRIDA Jalin Kerja Sama, Ajak Mahasiswa Jadi Wirausaha

    1 hari lalu
  • Cerita Bos Tokopedia Ihwal 30 Kreator dan UMKM di MakerFest 2018

    Cerita Bos Tokopedia Ihwal 30 Kreator dan UMKM di MakerFest 2018

    1 hari lalu
  • Boneka Circa Tumbuh dan Berdaya Berkat Cerita

    Boneka Circa Tumbuh dan Berdaya Berkat Cerita

    11 hari lalu
  • Pegiat Ekonomi Kreatif, Berceritalah untuk Pasarkan Produk

    Pegiat Ekonomi Kreatif, Berceritalah untuk Pasarkan Produk

    13 hari lalu
  • Pegiat Ekonomi Kreatif Merauke Harus Jadi Kompor untuk Komunitas

    Pegiat Ekonomi Kreatif Merauke Harus Jadi Kompor untuk Komunitas

    14 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Kawasaki W175 serta Motor yang Dikoleksi dan Diken darai Jokowi

    Inilah Kawasaki W175 dan sederet motor-motor yang dikoleksi dan ditunggangi Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan.

    Sumber: Berita Sumatera Barat

    Banjir dan Longsor Terjang Sumatera Barat, Berikut Masukan ...

    Posted by On 1:43 PM

    Banjir dan Longsor Terjang Sumatera Barat, Berikut Masukan ...

    Sosial

    Banjir dan Longsor Terjang Sumatera Barat, Berikut Masukan Upaya Pencegahan oleh Vinolia [Padang] di 6 November 2018

    Kategori

    Hutan

    • Kala ‘Penguasa’ Tesso Nilo Beraksi terhadap Proses Hukum
    • Kajian UGM: 2,8 Juta Hektar Kebun Sawit di Kawasan Hutan, 65% Milik Pengusaha, Solusinya?
    • Kendaraan Manggala Agni Ini Sarana Edukasi Anak Cintai Hutan
    Hutan More articles

    Laut

    • Seluruh Dunia Didorong Segera Terapkan Ekonomi Biru untuk Laut Berkelanjutan
    • Inilah 10 Fakta Menarik tentang Laut Indonesia
    • Perikanan Berkelanjutan untuk Masa Depan Laut Dunia
    Laut More articles

    Flora fauna

    • Andai Burung Air Hilang, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?
    • Bunga tak Sekadar Estetika, Tapi Mampu Jaga Keseimbangan Ekosistem, Kok Bisa?
    • Badak Sumatera, Seberapa Tangguh Kita Menyelamatkannya?
    Flora fauna More articles

    Travel

    • Lost in Paradise di Taka Bonerate
    • Berwisata sambil Belajar Bercocok Tanam di Taman Agro Riau
    • Wisata Berburu Siput di Awalolong. Perlukah Diatur?
    Travel More articles

    Energi< /h4>
    • Warga Padang Birau Gugat Perusahaan Batubara ke Pengadilan
    • Komitmen Penggunaan Energi Terbarukan Harus Dibuktikan
    • Menilik Hulu Hilir Kebijakan Biodiesel Indonesia
    Energi More articles

    Sosial

    • Banjir dan Longsor Terjang Sumatera Barat, Berikut Masukan Upaya Pencegahan
    • Banyak Sungai Tercemar Limbah Sawit, Berharap KPK Tangani Tak Hanya di Danau Sembuluh
    • Bunga tak Sekadar Estetika, Tapi Mampu Jaga Keseimbangan Ekosistem, Kok Bisa?
    Sosial More articles

    Urban

    • Masih Terdeteksi di Sarana Sekolah, Pemerintah Diminta Larang Produksi Cat Bertimbal
    • Wisata Berkelanjutan Terbukti Lebih Menguntungkan
    • Gunung Rinjani Kemungkinan Dibuka 2020, Hasil Survei Menunjukkan Kondisi Masih Rawan
    Urban More articles

    Opini

    • Perpres Reforma Agraria Tanpa Masyarakat Adat
    • Pergerakan Global Mencari Percepatan Solusi Adaptasi Iklim
    • Menaruh Harap pada Keberhasilan Program Citarum Harum
    Opini More articles

    Popular

    • Ada Suara Aneh di Lapisan Es Antartika
    • Ubur-ubur Tanpa Sengat, Biota Unik di Danau Air Asin Papua Barat
    • Dapatkah Satwa Memprediksi Terjadinya Gempa?
    Popular More articlesSumber: Berita Sumatera Barat

    Peneliti LIPI Sebut Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat Jadi ...

    Posted by On 1:43 PM

    Peneliti LIPI Sebut Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat Jadi ...

    Pilpres 2019

    Peneliti LIPI Sebut Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat Jadi Wilayah Strategis dalam Pilpres 2019

    Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat dianggap wilayah strategis untuk merauk jumlah suara dalam Pemilu 2019.

    Peneliti LIPI Sebut Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat Jadi Wilayah Strategis dalam Pilpres 2019Lutfy Mairizal Putra/Kompas.comPeneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo.

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat di anggap wilayah strategis untuk merauk jumlah suara dalam Pemilu 2019.

    Diketahui, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di provinsi Jawa Barat mencapai 32.636.846 pemilih.

    Kemudian jumlah DPT Pemilu 2019 tercatat sebanyak 5.972.161 orang dan Sumatera Barat memiliki jumlah DPT sebanyak 3.477.862 jiwa.

    Baca: Siti Bersyukur Cucunya Selamat Setelah Nyaris Tenggelam di Kanal Banjir Barat

    Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Sulistyo, mengatakan Sulawesi Selatan wilayah yang mampu meraih suara besar karena jumlah pemilih banyak..

    "Sulsel belum ada yang garap padahal strategis, penduduk banyak pemilih juga, seluruh Sulawesi paling besar Sulsel," kata dia, di Bakoel Koffie, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).

    Baca: RS Polri Kembali Berhasil Identifikasi 17 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP

    Tak hanya, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, menurut dia, Provinsi Sum atera Barat merupakan wilayah strategis di Sumatera.

    Baca: Berdebat Soal Utang dengan Wendy Cagur, Ayu Ting Ting Terima Perlakuan Ini di Malaysia

    KPUD Sumatera Barat merilis DPT pemilu 2019 sebanyak 3.477.862 jiwa.

    Baca: Kans Persib Bandung Menuju Puncak: Selain Harus Menang, Butuh Bantuan Persebaya Surabaya

    Dia menjelaskan, Sumbar dan Sulses dapat berdampak signifikan bagi kemenangan salah satu pasangan calon presiden-calon wakil presiden di Pilpres 2019.

    "Sumatera Barat sudah digarap Jokowi, Prabowo belum. Dampaknya dapat signifikan jika digarap dengan serius," katanya.

    Penulis: Glery Lazuardi Editor: Adi Suhendi Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Sumatera Barat

    Polda Sumatera Barat Bayar Ganti Rugi ke Korban Salah Tembak

    Posted by On 1:43 PM

    Polda Sumatera Barat Bayar Ganti Rugi ke Korban Salah Tembak

    Polda Sumatera Barat Bayar Ganti Rugi ke Korban Salah Tembak Reporter:

    Andri el Faruqi (Kontributor)

    Editor:

    Rina Widiastuti

    Selasa, 6 November 2018 13:42 WIB
    Kapolda Sumatera Barat Inspektur Jenderal Fakhrizal dan Iwan Mulyadi pada hari ini, Selasa, 6 November 2018. Istimewa

    Kapolda Sumatera Barat Inspektur Jenderal Fakhrizal dan Iwan Mulyadi pada hari ini, Selasa, 6 November 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Padang - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat telah membayar ganti rugi sebesar Rp 300 juta atas gugatan perdata Iwan Mulyadi, korban salah tembak seorang polisi di Kepolisian Sektor Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, 12 tahun lalu.

    Baca juga: Polri Belum Beri Ganti Rugi Kasus Salah Tembak di Pasaman Barat

    Kapolda Sumatera Barat Inspektur Jenderal Fakhrizal menyerahkan uang ganti rugi tersebut secara langsung kepada Iwan pada hari ini, Selasa, 6 November 2018. Fakhrizal menyampaikan prihatin dan meminta maaf atas keterlambatan gantu rugi yang disebabkan karena Peraturan Pemerintah.

    "Tadi saya sudah ketemu langsung dengan Iwan dan langsung menyerahkan pembayaran ganti rugi," ujar Fakhrizal kepada Tempo, Selasa 6 November 2018.

    Kepala Bidang Hukum Polda Sumatera Barat Ajun Komisaris Besar Nina Febri Linda mengatakan, dalam pertemuan itu, Kapolda meminta Kepala Resor Pasaman Barat memperhatikan kondisi Iwan. Dalam pertemuan ini ha dir pula Kepala Resor Pasaman Barat dan kuasa hukum Iwan.

    Baca juga: Korban Salah Tembak Polisi Surati Presiden Jokowi

    Kuasa hukum Iwan, Wengky Purwanto mengatakan Iwan akhirnya mendapatkan keadilan setelah mendapatkan ganti rugi immaterial dari Kapolda Sumatera Barat, Selasa 6 November 2018. Namun, administrasi pencairan anggaran uang ganti rugi masih dalam proses.

    "Kapolda tak mau administrasi jadi kendala pembayaran. Beliau langsung ambil kebijakan saat ketemu Iwan, dengan langsung membayarkan ganti rugi kepada Iwan. Tapi secara administrasi tetap diurus,"ujarnya.

    Kasus penembakan terhadap Iwan Muliyadi terjadi pada 20 Januari 2006. Saat itu Iwan, 16 tahun, sedang menunggui pondok ladang nilam bersama temannya. Tiba-tiba datang Briptu Novrizal dari Polsek Kinali, Pasaman Barat, dengan membawa pistol. Iwan dituduh melempar rumah tetangganya.

    Ketika Briptu Nofrizal memegang teman Iwan yang turun dari pondok duluan, dia melep askan tembakan peringatan ke udara, agar Iwan menyusul turun sambil mengancam jika tidak keluar akan ditembak.

    Ketika Iwan keluar menuruni tangga membelakangi polisi itu, tiba-tiba Briptu Nofrizal menembak hingga mengenai rusuk sebelah kiri Iwan dan tembus ke bawah ketiak kanan. Pemuda itu jatuh ke tanah dan tersungkur. Karena kaget, polisi itu melarikan Iwan ke rumah sakit.

    Akibat tembakan revolver Colt 38 merek Taurus itu, Iwan mengalami kelumpuhan total dari pinggang hingga kedua kaki karena peluru mengenai syaraf tulang belakang. Sejak itu, Iwan tidak bisa meninggalkan kursi roda dan mesti diangkat ke tempat tidur.

    Nazar, ayah Iwan, didampingi Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Sumatera Barat kemudian menggugat Polri secara perdata untuk kerugian immaterial sebesar Rp 300 juta. Gugatan diajukan karena petugas polisi tersebut tidak memiliki surat tugas. Gugatan itu menang dari Pengadilan Negeri hingga kasasi Mahkamah Agung.

    Mahkamah Agung akhirnya menolak upaya peninjauan kembali yang diajukan polisi pada Oktober 2015. Polisi dituntut untuk membayarkan ganti rugian immaterial sebesar Rp 300 juta.

    Lihat Juga


    Terkait
  • Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia

    Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia

    1 hari lalu
  • Turis    Malaysia Gemar Melancong ke Sumatera Barat, Ini Sebabnya

    Turis Malaysia Gemar Melancong ke Sumatera Barat, Ini Sebabnya

    4 hari lalu
  • Lion Air Jatuh, Polda Siapkan Tim Trauma Healing di RS Polri

    Lion Air Jatuh, Polda Siapkan Tim Trauma Healing di RS Polri

    7 hari lalu
  • Lion Air Jatuh, Polda Evakuasi Korban Gunakan P   olair dan Ambulans

    Lion Air Jatuh, Polda Evakuasi Korban Gunakan Polair dan Ambulans

    8 hari lalu
  • Rekomendasi
  • JK Sebut Ada Unsur Politis Soal Pemilihan Yusril Ihza Mahendra

    JK Sebut Ada Unsur Politis Soal Pemilihan Yusril Ihza Mahendra

    10 jam lalu
  • Kasus E-KTP, Jaksa Tuntut Made Oka Masagung 12 Tahun Penjara

    Kasus E-KTP, Jaksa Tuntut Made Oka Masagung 12 Tahun Penjara

    11 jam lalu
  • Hadapi Tantangan Ekonomi Digital, Jabar Susun Dokumen Kajian Ekonomi Sektora   l

    Hadapi Tantangan Ekonomi Digital, Jabar Susun Dokumen Kajian Ekonomi Sektoral

    11 jam lalu
  • Saksi Kasus Suap Meikarta Memenuhi Pemanggilan KPK

    Saksi Kasus Suap Meikarta Memenuhi Pemanggilan KPK

    12 jam lalu
  • Foto
  • Karyawan Amman Mineral Nusa Tenggara Ikuti Diklat Bela Negara

    Karyawan Amman Mineral Nusa Tenggara Ikuti Diklat Bela Negara

    9 jam lalu
  • Masih Jadi Ketua MUI, Ma'ruf Amin Hadiri Rapat Internal

    Masih Jadi Ketua MUI, Ma'ruf Amin Hadiri Rapat Internal

    11 jam lalu
  • Keluarga Korban Lion Air JT 610 Hadiri Tabur Bunga di Karawang

    Keluarga Korban Lion Air JT 610 Hadiri Tabur Bunga di Karawang

    12 jam lalu
  • Mantan Sekretaris MA, Nurhadi Penuhi Panggilan KPK

    Mantan Sekretaris MA, Nurhadi Penuhi Panggilan KPK

    14 jam lalu
  • Video
  • Kemerdekaan yang Tak Sampai ke Gun Tembawang Entikong

    Kemerdekaan yang Tak Sampai ke Gun Tembawang Entikong

    8 jam lalu
  • Bupati Boyolali Dilaporkan ke Bawaslu oleh Pendukung Prabowo

    Bupati Boyolali Dilaporkan ke Bawaslu oleh Pendukung Prabowo

    11 jam lalu
  • Alasan Yusril Bersedia Jadi Pengacara Jokowi - Ma'ruf Amin

    Alasan Yusril Bersedia Jadi Pengacara Jokowi - Ma'ruf Amin

    14 jam lalu
  • Kesembronoan di Balik Tragedi Lion Air

    Kesembronoan di Balik Tragedi Lion Air

    20 jam lalu

  • terpopuler
  • 1

    Diminta Tak Partisan, Metro TV: Kami Memegang Prinsip Jurnalistik

  • 2

    Kabar Penangkapan Rizieq Shihab di Arab, Pengacara: Belum Tahu

  • 3

    Tanggapi Tim Prabowo, Metro TV Jelaskan Soal Pernyataan Dipotong

  • 4

    JK Sebut Ada Unsur Politis Soal Pemilihan Yusril Ihza Mahendra

  • 5

    Yusril Ihza Mahendra, Dari Pengkritik Menjadi Pengacara Jokowi

  • Fokus
  • Amerika Beri Sanksi Ekonomi, Ini Siasat Iran

    Amerika Beri Sanksi Ekonomi, Ini Siasat Iran

  • Tampang Boyolali; di Antara Dugaan Politisasi dan Gurauan Prabowo

    Tampang Boyolali; di Antara Dugaan Politisasi dan Gurauan Prabowo

  • Politik Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi

    Politik Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi

  • Sepekan Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegara   n?

    Sepekan Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegaran?

  • Terkini
  • KPK Beberkan Peran Lucas dalam Pelarian Eddy Sindoro Hari Ini

    KPK Beberkan Peran Lucas dalam Pelarian Eddy Sindoro Hari Ini

    2 jam lalu
  • Eni Saragih Kembali Serahkan Duit Rp 1,3 Miliar ke KPK

    Eni Saragih Kembali Serahkan Duit Rp 1,3 Miliar ke KPK

    3 jam lalu
  • KPK Perpanjang Masa Penaha   nan Dua Tersangka Suap DPRD Sumut

    KPK Perpanjang Masa Penahanan Dua Tersangka Suap DPRD Sumut

    7 jam lalu
  • KPK Dalami Peran Nurhadi dalam Pengurusan Perkara Lippo Group

    KPK Dalami Peran Nurhadi dalam Pengurusan Perkara Lippo Group

    7 jam lalu
  • Kabar Penangkapan Rizieq Shihab di Arab, Pengacara: Belum Tahu

    Kabar Penangkapan Rizieq Shihab di Arab, Pengacara: Belum Tahu

    8 jam lalu
  • Survei Alvara: Soal Kreativitas, Sandiaga Uno Ungg   uli Jokowi

    Survei Alvara: Soal Kreativitas, Sandiaga Uno Ungguli Jokowi

    8 jam lalu
  • Usmar Ismail Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional

    Usmar Ismail Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional

    8 jam lalu
  • Sekretariat Negara dan IPB MoU Pemeliharaan Satwa di Istana

    Sekretariat Negara dan IPB MoU Pemeliharaan Satwa di Istana

    9 jam lalu
  • Cerita Jokowi Soal Yusril Ihza Mahendra Bersedia Direkrut

    Cerita Jokowi So al Yusril Ihza Mahendra Bersedia Direkrut

    9 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Kawasaki W175 serta Motor yang Dikoleksi dan Dikendarai Jokowi

    Inilah Kawasaki W175 dan sederet motor-motor yang dikoleksi dan ditunggangi Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan.

    Sumber: Berita Sumatera Barat