BBPOM Padang Perkarakan 11 Kasus Pelanggaran Obat-obatan | Liputan 24 Sumatera Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

BBPOM Padang Perkarakan 11 Kasus Pelanggaran Obat-obatan

Posted by On 9:51 PM

BBPOM Padang Perkarakan 11 Kasus Pelanggaran Obat-obatan

  • Beranda
  • Hukrim
BBPOM Padang Perkarakan 11 Kasus Pelanggaran Obat-obatan
Rabu,06 Desember 2017 - 12:17:51 WIB
Reporter : Tim Redaksi BBPOM  Padang Perkarakan 11 Kasus Pelanggaran Obat-obatan Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Selama tahun 2017, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang Sumatera Barat telah berhasil melakukan pemberkasan perkara sebanyak 11 kasus. Empat diantaranya telah masuk sidang dan ditetapkan tersangka.

"Sebanyak empat orang telah ditetapkan tersangka dan sedang menjalin sidang di Pengadilan Negeri Padang. Kasus yang paling banyak kita tangani merupa pelanggaran obat-obatan," terang Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri, Selasa (5/1) di Ruangan Padang Arafah, Gedung BBPOM Padang Jalan Gajah Mada Gunung Pangilun.

Ditengah keterbatasan BBPOM Padang yang hanya mempunyai 16 Penyidik (PPNS) yang membawahi seluruh wilayah Sumatera Barat, BBPOM telah berhasil menemukan pelanggaran obat-obatan sebanyak delapan kasus disusul dua kasus obat telarang serta satu kasus pelanggaran kosmetik. Penindakan itu, dilakukan di beberapa daerah Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat.

"Dua pelanggaran di bidang obat sudah masuk sidang, begitupun dengan kosmetik serta obat terlarang. Selebihnya ada yang P-19, P-21, pemerksan dan tahap satu," katanya.

Martin Suhendri menjelasakan, adapun sarana sasaran yang dilakukan penindakan berupa distributor jamu, gudang kosmetik dan obat serta toko obat. "Ini kita lakukan penindakan di daerah Kota Bukittinggi, Payakumbuh, Padang dan Kabupaten Sijunjung," jelasnya.

Ia mengungkapkan, sebanyak 11 kasus pemberkasan perkara t ersebut melebihi target BBPOM Padang di tahun 2017 ini yang ditargetkan hanya mencapai sembilan kasus.

"Dengan melebihi target ini menunjukan bukti kita akan kepedulian keselamatan masyarakat terhadap bahayanya obat dan makanan," pungkas Martin Suhendri.(h/mg-hkl)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]


Follow @Haluan_
TULIS KOMENTAR BERITA LAINNYA Sumber: Google News | Liputan 24 Payakumbuh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »