Di Riau Hanya ''Numpang'' Tidur | Liputan 24 Sumatera Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Di Riau Hanya ''Numpang'' Tidur

Posted by On 8:18 PM

Di Riau Hanya ''Numpang'' Tidur

Wonderful Indonesia Depan >> Berita >> Begini Ceritanya >> Menembus Desa-desa Pelosok Kampar Kiri Hulu-Limapuluh Kota (3-Habis) Di Riau Hanya ’’Numpang’’ Tidur Rabu, 06 Desember 2017 - 10:55 WIB > Dibaca 86 kali Print | Komentar Di Riau Hanya ’’Numpang’’ Tidur NAIKI RAKIT: Warga yang bekerja melangsir karet menaiki rakit untuk menyeberangi Sungai Bungo di lintas Lipat Kain-Limapuluh Kota, Selasa (28/11/2017). Berita Terkait

Segera Perbaiki Dua Titik Rusak Parah

Belajar di Gubuk dengan Fasilitas Buangan

Dari Dulu Tak Pernah Mengenyam Jalan Aspal


Desa-desa palin g ujung Riau jauh tertinggal dibandingkan desa lainnya. Tepatnya di lintas Lipat Kain-Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Lebih dekat ke Sumbar, keperluan sandang, pangan, pendidikan dan kesehatan juga banyak dipenuhi di provinsi tetangga tersebut.
KAMPAR KIRI HULU (RIAUPOS.CO) - SETELAH melewati belasan desa yang berada di sepanjang jalan dari Lipat Kain hingga Desa Kebun Tinggi, Selasa (28/11) siang, Riau Pos sampai diDesa Tanjung Permai. Ini desa terakhir milik Riau sebelum tembus ke Limapuluh Kota. Bersama Desa Lubuk Bigau, Kebun Tinggi dan Desa Pangkalan Kapas yang berada sebelum Tanjung Peramai, keempatnya merupakan desa terjauh dan terpisah dari desa sebelumnya, Batu Sasak. Keempatnya juga masuk dalam satu kenegerian. Yakni Kenegerian Pangkalan Kapas.
Dari Batu Sasak ke empat desa tersebut cukup jauh. Sampai Lubuk Bigau saja sekitar 10 km jaraknya. Sekitar dua jam menggunakan sepeda motor trail dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Lamanya waktu perjalanan dikare nakan kondisi jalan tanah yang berlumpur. Licin. Ditambah mendaki dan menuruni puluhan bukit.
Di desa terakhir Tanjung Permai cukup ramai warganya. Rumahnya pun banyak. Dari dusun ke dusun, ada jalan semen selebar 1 meter yang menghubungkan satu dengan lainnya. Melewati kebun karet warga. Tapi, hanya bisa untuk pejalan kaki dan sepeda motor. Meski belum kenal, warga tidak sungkan-sungkan melempar senyum, bertanya atau sekadar menganggukkan kepala. Kalau ditanya, cepat-cepat mendekat dan menjawab. Sangat terasa jiwa ingin membantu sesama.
Bahasa yang digunakan warga tidak seperti bahasa orang Kampar pada umumnya atau bahasa Ocu. Justru mirip dengan Sumbar. Untuk sapaan laki-laki yang lebih tua dipanggil uwan. Ada juga yang memanggil uda. Untuk perempuan yang lebih tua, warga biasa memanggil dengan uni. Mereka menyebut baa untuk kata bagaimana dan bara untuk berapa. Di warung-warung tepi jalan, lagu Minang terdengar sayu-sayup.
Kedekatan empat desa ini dengan Limapuluh Kot a, menjadikan tradisi dan kebudayaan mereka sama dengan salah satu kabupaten di Sumbar itu. Untuk keperluan sandang dan pangan mereka juga menyelesaikannya ke Pasar Ibuh atau Pasar Taram, Payakumbuh, meski hanya dua kali dalam sepekan.
Banyak warga Payakumbuh yang berdagang ke desa mereka membawa keperluan pokok menggunakan sepeda motor. Barang-barang dagangan itu dibawa dengan keranjang yang dipasang di bagian belakang sepeda motor. Inilah yang disebut garendong; pedagang dengan sepeda motor.
“Kalau mereka (garendong, red) berdagang, sering bermalam di sini. Kalau datang hari ini, paginya baru pulang ke Payakumbuh,” ujar Era, warga Desa Tanjung Permai.
Berbelanja ke Payakumbuh, kata Era, menjadi pilihan utama warga. Lebih dekat. Sedang Lipat Kain lebih jauh. Akses jalan lebih sulit. Bisa memakan waktu berhari-hari. Untuk belanja beras, bisa menginap beberapa malam. Tak mungkin.
“Hampir tak pernah kami belanja ke Lipat Kain. Memang, kalau pasar di Ri au yang paling dekat adalah Lipat Kain,” kata Era.
Hasil pertanian seperti karet juga dijual ke Limapuluh Kota. Jalan yang sulit, membuat harga karet di sini lebih murah. Kadang-kadang bisa Rp4.000 saja per kg. Dalam keadaan murah seperti itu, ada pula warga yang kerja khusus melangsir. Seperti garendong juga. Berat. Berjam-jam. Kerja keras yang jelas. Padahal, keuntungan yang diperoleh hanya Rp1.000 per kg.
Halaman Berikutnya : 1 2 3 4 5 Dapatkan WIDGET update berita GRATIS untuk website/blog anda Graha Pena Riau Space for Rent KOMENTAR Berita Update
Suparman Serahkan Diri Rabu, 06 Desember 2017 - 11:08 wib 17 Kg Sabu Diamankan dari 7 Tersangka
Dipasok dari Malaysia, Sabu Dijemput di Tengah Laut Rabu, 06 Desember 2017 - 11:04 wib TEMBILAHAN
Wabup Ajak Masyarakat Bersinergi Sukseskan Pembangunan Rabu, 06 Desember 2017 - 11:00 wib INDRAGIRI HILIR
Kades Aktif Cari Peluang Pembangunan Rabu, 06 Desember 2017 - 10:53 wib Hari Ini Hadi Tjahjanto Fit and Proper Test
Gatot Minta Segera Diganti Rabu, 06 Desember 2017 - 10:52 wib
Ranperda RTRW Riau Masih Terbentur KLHS Rabu, 06 Desember 2017 - 10:50 wib PAN Akan Berikan SK pada Calon Serius
Syamsuar dan Firdaus Diminta Cari Partai Koalisi Rabu, 06 Desember 2017 - 10:49 wib
Revisi UU Ormas Dijanjikan Menyusul Rabu, 06 Desember 2017 - 10:47 wib
Zaini Ismail Siap Jadi Bakal Calon Wagubri Rabu, 06 Desember 2017 - 10:45 wib “No Make Up” Make Up Look
Pancarkan Kecantikan Alami Rabu, 06 Desember 2017 - 10:42 wib Cari Berita Begi ni Ceritanya Terbaru Tujuh Kasus Bencana Ditangani BPBD Tujuh Kasus Bencana Ditangani BPBD

Rabu, 06 Desember 2017 - 09:52 WIB

Kisah Hidup Lady Escort: Malam Mini, Siang di Kampus Pakai Jilbab Kisah Hidup Lady Escort: Malam Mini, Siang di Kampus Pakai Jilbab

Rabu, 06 Desember 2017 - 00:19 WIB

Belajar di Gubuk dengan Fasilitas Buangan Belajar di Gubuk dengan Fasilitas Buangan

Selasa, 05 Desember 2017 - 11:59 WIB

Sampah Dikembalikan Sampah Dikembalikan

Selasa, 05 Desember 2017 - 10:23 WIB

 Dari Dulu Tak Pernah Mengenyam Jala   n Aspal Dari Dulu Tak Pernah Mengenyam Jalan Aspal

Senin, 04 Desember 2017 - 10:55 WIB

Riaupos TV Peletakan Batu Pertama Pembangunan SD Aulia Cendekia Peletakan Batu Pertama Pembangunan SD Aulia Cendekia Bakti Sosial Layanan Kesehatan & Pasar Murah Swadaya Ummah Tanggapan Ketua RW 09Bakti Sosial Layanan Kesehatan & Pasar Murah Swadaya Ummah Tanggapan Ketua RW 09 Banjir Kampar, Swadaya Ummah Menyalurkan BantuanBanjir Kampar, Swadaya Ummah Menyalurkan Bantuan sumatranet Sagang Online loading... Follow Us Follow @riaupos Populer hari ini Kisah Hidup Lady Escort: Malam Mini, Siang di Kampus Pakai Jilbab Kisah Hidup Lady Escort: Malam Mini, Siang di Kampus Pakai Jilbab

Dibaca 2836 kali

Mau Jadi Pengusaha? Tak Perlu Harus Lulus Kuliah Dulu Mau Jadi Pengusaha? Tak Perlu Harus Lulus Kuliah Dulu

Dibaca 2504 kali

Penting Diketahui, Kanker Payudara Bisa Kambuh Lagi Penting Diketahui, Kanker Payudara Bisa Kambuh Lagi

Dibaca 2337 kali

Holding BUMN Pertambangan Bisa Dapat Pendapatan Segini... Holding BUMN Pertambangan Bisa Dapat Pendapatan Segini...

Dibaca 1386 kali

Pengacara Tolak Dampingi Setya Novanto di Pelimpahan Berkas Pengacara Tolak Dampingi Setya Novanto di Pelimpahan Berkas

Dibaca 547 kali

KPK Batasi Orang yang Boleh Jenguk Setya Novanto KPK Batasi Orang yang Boleh Jenguk Setya Novanto

Dibaca 504 kali

Amerika Serikat Berpotensi Picu Perang Nuklir dengan Korea Utara Amerika Serikat Berpotensi Picu Perang Nuklir dengan Korea Utara

Dibaca 471 kali

2018 Ada Dua Rapor yang Diberikan pada Siswa 2018 Ada Dua Rapor yang Diberikan pada Siswa

Dibaca 301 kali

Gas 3 Kg Langka karena Orang Kaya Ikut Pakai Gas 3 Kg Langka karena Orang Kaya Ikut Pakai

Dibaca 298 kali

“The Beautiful Sabang, Weh Island” Jawara Lomba Video Drone Sail Sabang 2017 “The Beautiful Sabang, Weh Island” Jawara Lomba Video Drone Sail Sabang 2017

Dibaca 269 kali

© 2015 PT RIPOS MULTIMEDIA KORPORASINDO | Redaksional | Disclaimer & Copyright | Pedoman Pemberitaan Media Siber

Hubungi Kami | Info Iklan

hit trackerSumber: Google News | Liputan 24 Payakumbuh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »