Masyarakat Berkebun Pisang di Jalan Nasional Sumatera Barat ... | Liputan 24 Sumatera Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Masyarakat Berkebun Pisang di Jalan Nasional Sumatera Barat ...

Posted by On 6:12 PM

Masyarakat Berkebun Pisang di Jalan Nasional Sumatera Barat ...



Langkan.id, Padang - Masyarakat di Nagari Tararak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, mengambil tindakan menanam sejumlah batang pisang di tengah jalan Nasional Sumatera Barat - Bengkulu.
Aksi ini didasari atas tidak kunjung diselesaikannya pengerjaan jalan Nasional itu, dan membuat rumah masyarakat di sepanjang jalan itu kotor dan berdebu. Bahkan, sepanjang jalan Nasional yang ada di Pesisir Selatan, hanya di Nagari Taratak saja yang belum selesai.
Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Sumatera Barat Agung Setiawan mengatakan terhentinya pengerjaan jalan itu akibat dari pemberhentian lima tambang di daerah tersebut, oleh Bupati Hendrajoni.
Hal ini dikarenakan, kontraktor proyek pele baran jalan Nasional tersebut mengambil material dari perusahaan tambang yang di stop bupati. Akibatnya kontraktor pelaksana saat itu, terkendala material dampak dari diberhentikannya tambang menjadi pemasok material untuk jalan Nasional itu.
"Seharusnya lokasi yang ditanam pohon pisang oleh warga sudah kami tangani tapi kontraktor pelaksananya terkendala material yang belum diperbolehkan beroperasi maupun produksi oleh Pemkab Pessel," ungkapnya, Minggu (15/7/2018).
Menurutnya, untuk menangani jalan tersebut sangat bergantung kepada material yang di stop bupati. Namun ia berjanji akan menangani jalan tersebut sehingga tidak menyebabkan debu.
"Ini harus menjadi perhatian bupati sebab penanganan jalan membutuhkan material," katanya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sumbar Maswar Dedi mengaku, gubernur sudah melayangkan surat balasan kepada Bupati Pessel Kamis (12/4) lalu. Isi surat tersebut diterangkan Dedi, bahwa bupa ti tidak bisa memberhentikan secara keseluruhan. Kemudian dampaknya bisa kepada proyek yang mengambil material dari tambang.
"Surat sudah kita kirimkan ke bupati, kesimpulan dari isi surat tersebut tidak bisa dihentikan secara keseluruhan. Kalau stan cruser bermasalah itu saja yang diberhentikan yang lain bisa tetap jalan," ujarnya.
Menanggapi persoalan terhentinya pengerjaan pelebaran jalan sional, menurut Dedi tidak hanya itu yang akan menjadi imbas pemberhentian tambang, bahkan akan berdampak proyek jalan Kawasan Wisata Mandeh yang didanai APBN.
"Mereka rata-rata mengambil material dari tambang tersebut. Jika tambang tidak jalan mau ngambil material dari mana?," ujarnya.
Sebelumnya Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni memberhentikan sementara lima perusahaan tambang di Pessel karena diduga menyalahi aturan. Bupati juga menyurati Gubernur Sumbar agar mengambil langkah cepat dalam menangani persoalan tersebut. (KP/H)Sumber: Berita Sumatera Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »