GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Investor Rusia Tertarik Bangun Pabrik Karet di Sumatera Barat

Investor Rusia Tertarik Bangun Pabrik Karet di Sumatera Barat



Langkan.id, Padang- Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi mengatakan investor dari Rusia tertarik denga…

Investor Rusia Tertarik Bangun Pabrik Karet di Sumatera Barat



Langkan.id, Padang- Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi mengatakan investor dari Rusia tertarik dengan komoditi karet dan rempah di Sumatera Barat.Ketertarikan tersebut disampaikan dalam Forum Bisnis Indonesia-Rusia di World Trade Center Moskow yang dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama rombongan."Setelah ini, mereka (investor) dari Rusia akan datang ke Sumbar melihat hasil karet dan rempah. Selanjutnya kaki akan ekspor komoditi tersebut ke Rusia," ujarnya Kamis 9 Agustus 2018 di Padang.Kata dia, ada beberapa daerah penghasil karet di Sumatera Barat, seperti Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, Pasaman dan Limapuluh Kota. Luas perkebunan karet mencapai 130 ribu hektare dengan produksi pertahun sekitar 120-150 ribu ton.Menurutnya, investor dari Rusia bisa mendongkrak harga karet yang saat ini terus merosot hingga Rp4.000 per kilogram. Padahal idealnya harga karet yang menguntungkan petani berkisar Rp20 ribu per kilogram."Ada kemungkinan pengusaha Rusia menanamkan modal untuk membangun pabrik karet di Kabupaten Sijunjung agar ekspor tidak hanya berupa bahan mentah," sebut Dedi.Kemudian potensi rempah seperti kayu manis, cengkeh, pala, lada dan gambir juga tersedia cukup banyak. Produksi kayu manis mencapai 27,7 ribu ton pertahun, cengkeh 1.800 ton pertahun, pala 1.450 ton pertahun, lada 209 ton pertahun dan gambir 17.300 ton pertahun.Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyebutkan investasi di daerah harus didorong dengan berbagai cara, salah satunya dengan jemput bola. Jika perlu, promosi hingga luar negeri.Gubernur juga mendorong bupati dan wali kota ikut jemput bola dan tidak hanya mengandalkan APBD dalam membangun daerah. (KP/J)Sumber: Berita Sumatera Barat

No comments