Harga Bawang Anjlok, Petani di Sumatera Barat Merugi | Liputan 24 Sumatera Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Harga Bawang Anjlok, Petani di Sumatera Barat Merugi

Posted by On 10:25 PM

Harga Bawang Anjlok, Petani di Sumatera Barat Merugi

Petani Bawang Merah

Petani Bawang Merah (Foto: Kementan)
Harga bawang merah di Sumatera Barat, khususnya di Desa Alahan Panjang kecamatan Lembah Gumanti Kab. Solok merosot sejak satu bulan yang lalu. Saat ini harga bawang merah menyentuh angka Rp 7000-Rp 8000 per kilogram (kg)."Mentan (Menteri Pertanian Amran Sulaiman) sudah menyampaikan bahwa kita akan sewasembada bawang merah. Bahkan ia berjanji akan membeli bawang merah dengan jaminan harga Rp 15.000 per kilogram," ujar salah satu perwakilan Petani di Kabupaten Solok Edward Jamil kepada kumparan, Selasa (18/9).Edward meminta agara Mentan menepati janji yang pernah diucapkan yaitu membeli bawang merah dengan harga Rp 15 ribu per kg. Kata Edward, janji tersebut ia ucapkan pada s aat kunjungan kerja tahun 2016 lalu."Kalau misal (Mentan) tidak mengeluarkan statmen itu, masyarakat tidak akan berduyung-duyung menanam bawang (merah)," lanjutnya.

Baca Juga :

  • Ujang, Petani Milenial yang Menolak Impor Bawang Merah
  • Hati-hati, Harga Gabah di Petani Sudah Naik 48 Persen
  • Mentan Bangga Bisa Ekspor Bawang Merah ke Thailand: Ini Serangan Balik
Edward menjelaskan salah satu penyebab merosotnya harga bawang merah yaitu terjadi kelebihan produksi atau (oversupply). Saat ini total lahan yang dikelola petani seluas 7.000 hektare, dengan asumsi produksi setiap 1 ha sekitar 5 ton."Ya kalau kami tanam rata-rata (biaya produksi) itu Rp 10 ribu per kilo, di dalamnya sudah termasuk pupuk, pestisida, orang kerja, karyawan tiap hari," ucapnya.Saat ini ia berharap agar pemerintah melalui Perum Bulog melakukan langkah untuk memberikan solusi terkait situasi kerugian yang dialami oleh para petani di Kabupaten Solok, Sumatera Barat."Kita tuntut harus bertindak, harus membuat perpres atau yang sejenisnya untuk memerintahkan kementerian BUMN agar menetapi janjinya," tandasnya.Sementara itu Anggota DPD RI Dapil Sumatera Barat, Nofi Chandra, menekankan agar pemerintah mampu bertindak agar kondisi tersebut dapat segera diselesaikan. "Saya harapkan pemerintah turun tangan membeli bawang petani dan mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agribisnis buat (desa) Alahan Panjang. Seperti yang saya usulkan dan telah didiskusikan dengan KEIN dan surat rekomendasinya sudah dikirim ke bapak Presiden Jokowi," pungkasnya.Sumber: Berita Sumatera Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »