Sumatera Barat Dapat Limpahan Kewenangan Menyusun Dokumen ... | Liputan 24 Sumatera Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sumatera Barat Dapat Limpahan Kewenangan Menyusun Dokumen ...

Posted by On 8:03 PM

Sumatera Barat Dapat Limpahan Kewenangan Menyusun Dokumen ...

Sumatera Barat Dapat Limpahan Kewenangan Menyusun Dokumen RAD Oleh:

Tempo.co

Jumat, 12 Oktober 2018 09:36 WIB
Pada 9 Oktober 2018, Bappeda Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi Penyusunan RAD-PPDT Provinsi Sumatera Barat TA 2018, dan mengundang Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal Ditjen PDT Kemendesa PDTT Rafdinal menjadi narasumber.

Pada 9 Oktober 2018, Bappeda Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi Penyusunan RAD-PPDT Provinsi Sumatera Barat TA 2018, dan mengundang Direktur Perencanaan dan Iden tifikasi Daerah Tertinggal Ditjen PDT Kemendesa PDTT Rafdinal menjadi narasumber.

INFO NASIONAL - Dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) adalah salah satu dokumen perencanaan yang secara teknis penyusunannya dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Pemerintah pusat, dalam konteks ini yaitu Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT), melimpahkan kewenangannya kepada pemerintah provinsi untuk mengelola penyusunan dokumen RAD, dengan harapan data tersebut lebih real. Sehingga dengan tepat dijadikan dasar perencanaan program dan kegiatan dalam upaya pengentasan daerah tertinggal.

Untuk mendukung pelaksanaan penyusunan dokumen RAD, Ditjen PDT memberikan dana dekonsentrasi kepada pemerintah provinsi yang memiliki kabupaten tertinggal. Pelimpahan kewenangan ini merupakan langkah strategis Ditjen PDT dalam melaksanakan salah satu fungsinya, yaitu mengentaskan daerah tertinggal melalui Percepatan Pembangunan Daera h Tertinggal (PPDT) sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014.

Saat ini, sesuai dengan Peraturan Presiden RI No.131 Tahun 2015, Indonesia memiliki 122 daerah tertinggal yang tersebar di 24 provinsi, yang sudah seharusnya mendapatkan perhatian lebih dalam perencanaan pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan nawacita ketiga Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan. Pengentasan daerah tertinggal adalah salah wujud dalam pelaksanaan nawacita ketiga tersebut.

Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang mendapat limpahan kewenangan untuk menyusun dokumen RAD. Provinsi Sumatera Barat memiliki tiga kabupaten yang termasuk dalam daerah tertinggal, yaitu Solok Selatan, Pasaman Barat, dan Kepulauan Mentawai, dengan penyebab ketertinggalan utamanya adalah karakteristik daerah dan kemampuan keuangan daerah. Pada 9 Oktober 2018, Bappeda Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Rap at Koordinasi Penyusunan RAD-PPDT Provinsi Sumatera Barat TA 2018, dan mengundang Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal Ditjen PDT Kemendesa PDTT Rafdinal menjadi narasumber.

Dalam kesempatan itu, Rafdinal membawakan paparan berjudul “Kondisi dan Rekomendasi Percepatan Pembangunan Kabupaten Tertinggal”. Rapat dihadiri beberapa OPD Provinsi Sumatera Barat dengan maksud mensinkronisasi sistematika dokumen RAD-PPDT Provinsi Sumatera Barat, sesuai Peraturan Dirjen PDT Nomor 30 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen RAD-PPDT Tahun 2020.

"Rapat koordinasi ini juga bertujuan untuk mengevaluasi usulan kebutuhan kabupaten tertinggal di Provinsi Sumatera Barat," kata Rafdinal.

Dokumen RAD-PPDT Provinsi Sumatera Barat TA 2018 tersebut adalah juga dokumen perencanaan yang akan dituangkan ke dalam Rancangan Rencana Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (RAN-PPDT) Tahun 2020.

Sedangkan dalam RAN-PPDT Tah un 2019, sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 26 Tahun 2018, program dan kegiatan PPDT di Kabupaten Pasaman Barat berupa pengembangan potensi ekonomi lokal serta informasi dan telekomunikasi (infotel). Untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai berupa pengembangan potensi ekonomi lokal, aksesibilitas, dan infotel. Sedangkan Kabupaten Solok Selatan berupa pengembangan potensi ekonomi lokal, pembangunan dan revitasasi pasar, sumber daya air, dan infotel.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PIDT juga menyampaikan bahwa PPDT dapat dilaksanakan dengan pendekatan Revolusi Industri 4.0 melalui konsep e-commerce dan smart farming yang sedang digaungkan oleh Ditjen PDT. Potensi ekonomi digital seperti perkembangan jasa keuangan yang berbasis teknologi. Misalnya model layanan yang mempertemukan pemberi pinjaman dengan peminjam melalui aplikasi. Sementara, Smart Farming hasil implementasi Internet of Things (IOT), untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal dengan meningkatk an produksi hasil pertanian berupa Drone Sprayer, peningkatan perikanan berupa Water Debit Sensor, dan Cow Health untuk peternakan.

Produk dan konsep tersebut menjadi upaya kekinian PPDT sesuai perkembangan zaman untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal. Konsep ini juga memberikan alur pengelolaan potensi daerah yang lebih efektif, efisien, dan menguntungkan daerah tertinggal. Dampak positif yang diharapkan adalah, setiap kabupaten daerah tertinggal dapat memaksimalkan produk unggulannya, memperluas jaringan pasar, dan dengan cepat melakukan branding kedaerahan. (*)

Lihat Juga


Terkait Rekomendasi
  • Sofyan Basir Disebut Minta Jatah PLTU Riau-1 dengan Malu-malu

    Sofyan Basir Disebut Minta Jatah PLTU Riau-1 dengan Malu-malu

    8 jam lalu
  • Pengungsi Gempa Palu Kesulitan Mendapat Bantuan Beras

    Pengungsi Gempa Palu Kesulitan Mendapat Bantuan Beras

    12 jam lalu
  • Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk Korban Gempa Palu

    Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk Korban Gempa Palu

    14 jam lalu
  • Soekarwo, Menggenjot Perekonomian Jawa Timur

    14 jam lalu
  • Foto
  • Suasana Hari Terakhir Proses Evakuasi Korban Gempa Palu

    Suasana Hari Terakhir Proses Evakuasi Korban Gempa Palu

    13 jam lalu
  • Aktivitas Anak Pengungsi Gempa Palu Bermain di Tempat Pengungsian

    Aktivitas Anak Pengungsi Gempa Palu Bermain di Tempat Pengungsian

    17 jam lalu
  • Evakuasi Kendaraan yang Tersapu Likuifaksi dan Tsunami di Palu

    Evakuasi Kendaraan yang Tersapu Likuifaksi dan Tsunami di Palu

    19 jam lalu
  • Kepala    Negara ASEAN Tiba di Bali

    Kepala Negara ASEAN Tiba di Bali

    19 jam lalu
  • Video
  • Aktivitas Ekonomi Kota Palu Mulai Menggeliat

    Aktivitas Ekonomi Kota Palu Mulai Menggeliat

    1 jam lalu
  • 11 Hari Ibu Ini Berada di Reruntuhan, Berharap Anaknya Ditemukan

    11 Hari Ibu Ini Berada di Reruntuhan, Berharap Anaknya Ditemukan

    2 jam lalu
  • Soekarwo, Menggenjot Perekonomian Jawa Timur

    Soekarwo, Menggenjot Perekonomian Jawa Timur

    21 jam lalu
  • Gempa Hari Ini Mengguncang Jawa Timur

    Gempa Hari Ini Mengguncang Jawa Timur

    1 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Eks 212 Dukung Jokowi, PA 212: Mereka Keluar Garis Komando Rizieq

  • 2

    Dukung Jokowi, Relawan Eks 212 Minta Rizieq Shihab Dipulangkan

  • 3

    Pimpinan KPK Disebut Ciut Nyali Ungkap Kasus yang Libatkan Polri

  • 4

    Kapitra Ampera Minta Amien Rais Sampaikan Maaf ke Tito Karnavian

  • 5

    7 Hal yang Bisa Dipelajari dari Gempa NTB Versi Fahri Hamzah

  • Fokus
  • Begini Dampak Batalnya Kenaikan BBM Premium Bagi Iklim Investasi

    Begini Dampak Batalnya Kenaikan BBM Premium Bagi Iklim Investasi

  • Pertemuan IMF - World Bank Merugikan atau Menguntungkan ?

    Pertemuan IMF - World Bank Merugikan atau Menguntungkan ?

  • Te   ka-teki Keberadaan Jamal Khashoggi, Tewas Dibunuh?

    Teka-teki Keberadaan Jamal Khashoggi, Tewas Dibunuh?

  • Kontroversi Kasus Ratna Sarumpaet Belum Berakhir

    Kontroversi Kasus Ratna Sarumpaet Belum Berakhir

  • Terkini
  • Pasar di Kota Palu Mulai Beroperasi Setelah Terkena Gempa

    Pasar di Kota Palu Mulai Beroperasi Setelah Terkena Gempa

    1 jam lalu
  • Gempa Situbondo Juga Merusak Rumah di Sampang, Aisyah Terluka

    Gempa Situbondo Juga Merusak Rumah di Sampang, Aisyah Terluka

    1 jam lalu
  • Cerita Sopir Eskavator Saat Evakuasi Jenazah Korban Gempa Palu

    Cerita Sopir Eskavator Saat Evakuasi Jenazah Korban Gempa Palu

    1 jam lalu
  • KPK: Ada Surat dari Polri soal Pengembalian Dua Eks Penyidik

    KPK: Ada Surat dari Polri soal Pengembalian Dua Eks Penyidik

    1 jam lalu
  •    Temuan Indonesialeaks, Dukungan Mengalir untuk Tito Karnavian

    Temuan Indonesialeaks, Dukungan Mengalir untuk Tito Karnavian

    1 jam lalu
  • JK Akan Tinjau Penanganan Bencana Gempa Palu bersama Sekjen PBB

    JK Akan Tinjau Penanganan Bencana Gempa Palu bersama Sekjen PBB

    2 jam lalu
  • Setya Novanto Disebut Pernah Tolak Idrus Marham di Proyek PLTU

    Setya Novanto Disebut Pernah Tolak Idrus Marham di Proyek PLTU

    2 jam lalu
  • Gempa Situbondo,    Ini Daya Rusaknya di Pulau Sepudi, Sumenep

    Gempa Situbondo, Ini Daya Rusaknya di Pulau Sepudi, Sumenep

    2 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Fakta-Fakta Gempa Palu, Gunung Soputan, dan Cincin Api

    Gempa Palu sebesar 7,4 SR dan letusan Gunung Soputan merupakan bagian dari aktivitas Cincin Api yang membuat lempeng bumi terus bergeser.

    Sumber: Berita Sumatera Barat

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »