Sumatera Barat Kembali Menabung Deflasi pada September 2018 | Liputan 24 Sumatera Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sumatera Barat Kembali Menabung Deflasi pada September 2018

Posted by On 5:47 AM

Sumatera Barat Kembali Menabung Deflasi pada September 2018

Covesia.com - Selama periode Agustus dan September 2018, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumbar mengalami deflasi. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumbar mencatat untuk September 2018 deflasi sebesar 0,30 persen (mtm) lebih rendah dibandingkan deflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,37 persen (mtm).

Wakil Ketua TPID Sumbar Endy Dwi Tjahjono menyebutkan, bahwa deflasi terjadi dikarenakan menurunnya harga kelompok bahan pangan strategis seperti cabai merah dan bawang merah.

“ Untuk cabai merah memiliki andil sebesar 0,18 persen (mtm), sementara bawang merah memiliki andil sebesar 0,11 persen (mtm) kondisi ini dipengaruhi oleh stabilnya pasokan dari daerah luar dan dalam Sumbar,” ujar Endy dalam keterangan persnya, yang diterima covesia.com, Kamis (4/10/2018).

Selain dari, cabai merah dan bawang merah, daflasi juga disebabkan oleh turunnya harga daging ay am ras dan telur ayam yang memberikan andil sebesar 0,11 persen (mtm) dan 0,05 persen (mtm). Ini merupakan dampak dari penurunan harga pakan ternak terutama jagung. Kemudian jengkol deflasi sebesar 0,03 persen (mtm). Minyak goreng dan sepat siam turut masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm) dan 0,01 persen (mtm).

Kata Endy, selama September juga terjadi kenaikan harga seperti, beras, angkutan udara dan emas perhiasan yang disebabkan oleh naiknya harga emas dunia. Menanggapi hali itu, endy mengaku TPID Sumbar terus berupaya melakukan pengendalian di daerah. Selama 2018 difokuskan pada pada terutama beras, cabai merah, bawang merah, telur ayam, dan daging ayam ras.

"Untuk menstabilkan harga beras Bulog Divre Sumbar telah melakukan operasi pasar. Selain stabilisasi harga, TPID melakukan penguatan koordinasi dan sinergi di tingkat kab/kota dan provinsi" sebutnya.

"Pengendalian inflansi juga dilakukan melalui penguatan kelembagaan petani serta peningkata n jumlah Toko Tani Indonesia di kabupaten/kota," lanjutnya.

Dengan perkembangan tersebut, Laju deflasi bulan September lebih dalam dibandingkan laju deflasi nasional yang mencapai 0,18 persen (mtm). Secara tahunan, perkembangan harga masih tercatat inflasi sebesar 2,69 persen (yoy), atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 2,88 persen (yoy). Sementara itu, untuk Pulau Sumatera, Sumbar peringkat ke 5 dan peringkat ke 15 secara nasional.

(dil/don)


Sumber: Berita Sumatera Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »