Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia | Liputan 24 Sumatera Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia

Posted by On 1:43 PM

Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia

Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia Reporter:

Antara

Editor:

Elik Susanto

Senin, 5 November 2018 23:22 WIB
Seorang pengrajin tengah membatik dengan menggunakan pewarna alam dari tanah liat di Padang. Batiknya dikenal sebagai batik tanah liek. Tempo/Febrianti

Seorang pengrajin tengah membatik dengan menggunakan pewarna alam dari tanah liat di Padang. Batiknya dikenal sebagai batik tanah liek. Tempo/Febrianti

TEMPO.CO, Jakarta - Batik Tanah Liek asal Sumatera Barat dipamerkan sebagai ikon baru fesyen di Gedung Smesco Jakarta. "Batik khas ini sangat potensial, sehingga kami mempromosikannya supaya menjadi salah satu kebanggaan fesyen Indonesia," kata Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi di Jakarta, Senin, 5 November 2018.

Smesco Indonesia menjadi tuan rumah digelarnya Karya Kerajinan UKM Sumatera Barat yang diselenggarakan Dinas Koperasi Sumatera Barat. Acara ini bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sumatera Barat dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2018. Menurut Emilia, batik Tanah Liek sudah berumur ratusan tahun dan terus dipelihara di kalangan aristokrat Minang.

Gelar Karya Kerajinan UKM Sumatera Barat ini diadakan sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan batik Tanah Liek yang merupakan salah satu potensi provinsi ini. Temanya: I Like Batik Tanah Liek. "Saya sangat bersyukur bisa hadir menjadi saksi kebangkitan salah satu potensi k erajian unggulan Sumatera Barat yaitu batik Tanah Liek," kata Emilia.

Batik, kata Emilia, satu warisan tak benda yang diakui Unesco. Karena itu, batik Tanah Liek harus terus diperkenalkan gaungnya. "Harapannya seluruh masyarakat di Indonesia dan dunia mengenal batik tersebut.?

Pembuatan batik Tanah Liek juga menyimpan potensi pembukaan lapangan kerja di wilayah Sumatra Barat. Apabila produksi batik Tanah Liek meningkat, maka terbuka lapangan pekerjaan bagi para pengrajin di Sumatera barat.

Meski begitu, Emilia menyebut memang masih banyak tantangan yang dihadapi dalam promosi batik Tanah Liek. Salah satunya adalah pemasaran terkait dengan persaingan dengan batik printing dari berbagai daerah, termasuk dari Tanah Minang sendiri.

Salah satu solusinya, ucap Emilia, Smesco intensif mempromosikan batik tersebut. "Smesco Indonesia ditugaskan oleh Kementerian Koperasi dan UKM sebagai pelaksana layanan promosi produk, jaringan pemasaran dan distr ibusi produk UKM unggulan dari berbagai daerah".

Emilia menjelaskan, batik Tanah Liek yaitu Wastra (kain), biasanya digunakan masyarakat pada acara adat, yang dipakai para Bundo Kanduang sebagai selendang. Sekarang batik Tanah Liek sudah berkembang dan menjadi produk fesyen berbagai keperluan. "Batik Tanah Liek yang dominan warna cokelat, bernuansa alam, tetap memiliki makna simbolis dan bernilai estetika tinggi," ujar Emilia.

Ketua Dekranasda Sumatera Barat Nevi Zuairina mengakui, salah satu pekerjaan terbesar adalah pemasaran batik Tanah Liek. Bantuan kepada pengrajin dari pemerintah daerah diakuinya belum menjangkau seluruhnya.

Menurutnya, perlu didukung regulasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat untuk pemakaian batik ini. "Contohnya baju sekolah SD dan SMP menggunakan batik ini," kata Nevi.

Lihat Juga
Terkait
  • Belajar Lebih Tekun dan Berhati-hati dengan Membatik

    Belajar Lebih Tekun dan Berhati-hati dengan Membatik

    1 hari lalu
  • Turis Malaysia Gemar Melancong ke Sumatera Barat, Ini Sebabnya

    Turis Malaysia Gemar Melancong ke Sumatera Barat, Ini Sebabnya

    4 hari lalu
  • Ini Cara OJK Permudah BUMD dan UKM Masuk Pasar Modal

    Ini Cara OJK Permudah BUMD dan UKM Masuk Pasar Modal

    5 hari lalu
  • Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    7 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Pesan Kepala Bekraf Triawan Munaf di Konferensi WCCE Bali

    Pesan Kepala Bekraf Triawan Munaf di Konferensi WCCE Bali

    9 jam lalu
  • Tempo - UKRIDA Jalin Kerja Sama, Ajak Mahasiswa Jadi Wirausaha

    Tempo - UKRIDA Jalin Kerja Sama, Ajak Mahasiswa Jadi Wirausaha

    21 jam lalu
  • Boneka Circa Tumbuh dan Berdaya Berkat Cerita

    Boneka Circa Tumbuh dan Berdaya Berkat Cerita

    11 hari lalu
  • Dari Tenun, Ito Ingin Narapidana Tidak Dipandang Sebelah Mata

    Dari Tenun, Ito Ingin Narapidana Tidak Dipandang Sebelah Mata

    23 hari lalu
  • Foto
  • Peserta Pemilu 2019 Laporkan Dana Awal Kampanye ke KPU < h2>Peserta Pemilu 2019 Laporkan Dana Awal Kampanye ke KPU 44 hari lalu
  • Mengintip Kolaborasi Pegiat Ekonomi Kreatif Padang

    Mengintip Kolaborasi Pegiat Ekonomi Kreatif Padang

    7 September 2018
  • Pegiat Ekonomi Kreatif Surabaya Belajar dan Berkolaborasi

    Pegiat Ekonomi Kreatif Surabaya Belajar dan Berkolaborasi

    3 September 2018
  • Ingin Bunuh Istri, Pilot AS Sengaja Tabrakkan Pesawat ke Rumahnya

    Ingin Bunuh Istri, Pilot AS Sengaja Tabrakkan Pesawat ke Rumahnya

    14 Agustus 2018
  • Video
  • Danu Sofwan, Sang Radja Cendol Beromzet Miliaran

    Danu Sofwan, Sang Radja Cendol Beromzet Miliaran

    39 hari lalu
  • Pegiat Ekonomi Kreatif Karangasem Berkolaborasi di Kombet Kreatif

    Pegiat Ekonomi Kreatif Karangasem Berkolaborasi di Kombet Kreatif

    48 hari lalu
  • PSM Makassar Vs Barito Putera Bertanding Imbang 1-1

    PSM Makassar Vs Barito Putera Bertanding Imbang 1-1

    53 hari lalu
  • Detik-detik Kepanikan Saat Gempa Mengguncang Cina

    Detik-detik Kepanikan Saat Gempa Mengguncang Cina

    58 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Hari Ini Konferensi WCCE Dimulai, Peserta Lebih dari 50 Negara

  • 2

    Konferensi WCCE, Bekraf Paparkan Tantangan Ekonomi Kreatif

  • 3

    Pesan Kepala Bekraf Triawan Munaf di Konferensi WCCE Bali

  • 4

    Cerita Ketua Konferensi WCCE tentang Hebatnya Ekonomi Kreatif

  • Fokus
  • Amerika Beri Sanksi Ekonomi, Ini Siasat Iran

    Amerika Beri Sanksi Ekonomi, Ini Siasat Iran

  • Tampang Boyolali; di Antara Dugaan Politisasi dan Gurauan Prabowo

    Tampang Boyolali; di Antara Dugaan Politisasi dan Gurauan Prabowo

  • Politik Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi

    Politik Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi

  • Sepekan Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegaran?

    Sepekan Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegaran?

  • Terkini
  • Cerita Ketua Konferensi WCCE tentang Hebatnya Ekonomi Kreatif

    Cerita Ketua Konferensi WCCE tentang Hebatnya Ekonomi Kreatif

    3 jam lalu
  • Pesan Kepala Bekraf Triawan Munaf di Konferensi WCCE Bali

    Pesan Kepala Bekraf Triawan Munaf di Konferensi WCCE Bali

    9 jam lalu
  •  Konferensi WCCE, Bekraf Paparkan Tantangan Ekonomi Kreatif

    Konferensi WCCE, Bekraf Paparkan Tantangan Ekonomi Kreatif

    15 jam lalu
  • Hari Ini Konferensi WCCE Dimulai, Peserta Lebih dari 50 Negara

    Hari Ini Konferensi WCCE Dimulai, Peserta Lebih dari 50 Negara

    20 jam lalu
  • Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia

    Batik Tanah Liek, Ikon Sumatera Barat Untuk Indonesia

    1 hari lalu
  • Tempo - UKRIDA Jalin Kerja Sama, Ajak Mahasiswa Jadi Wirausaha

    Tempo - UKRIDA Jalin Kerja Sama, Ajak Mahasiswa Jadi Wirausaha

    1 hari lalu
  • Cerita Bos Tokopedia Ihwal 30 Kreator dan UMKM di MakerFest 2018

    Cerita Bos Tokopedia Ihwal 30 Kreator dan UMKM di MakerFest 2018

    1 hari lalu
  • Boneka Circa Tumbuh dan Berdaya Berkat Cerita

    Boneka Circa Tumbuh dan Berdaya Berkat Cerita

    11 hari lalu
  • Pegiat Ekonomi Kreatif, Berceritalah untuk Pasarkan Produk

    Pegiat Ekonomi Kreatif, Berceritalah untuk Pasarkan Produk

    13 hari lalu
  • Pegiat Ekonomi Kreatif Merauke Harus Jadi Kompor untuk Komunitas

    Pegiat Ekonomi Kreatif Merauke Harus Jadi Kompor untuk Komunitas

    14 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Kawasaki W175 serta Motor yang Dikoleksi dan Diken darai Jokowi

    Inilah Kawasaki W175 dan sederet motor-motor yang dikoleksi dan ditunggangi Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan.

    Sumber: Berita Sumatera Barat

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »